Cloud Computer dan Internet of Things (IOT)

July 11, 2017 in Uncategorized

 

Image result for cloud computing

Apa itu Cloud Computing?

 

Cloud Computing dapat didefinisikan sebagai sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana-mana, dapat dikonfigurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan (on demand). Hal ini berarti layanan pada cloud computing dapat disediakan dengan cepat dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan cloud computing.
Latar belakang kemunculan Cloud computing didasari atas kebutuhan dunia industri dan komputerisasi akan pemanfaatan bersama sumber daya komputasi yang tersebar namun dapat digunakan sesuai keperluan (on demand). Teknologi sebelumnya seperti Grid computing belum dapat memenuhi kebutuhan ini dengan baik. Hal ini mendorong munculnya teknologi cloud computing. Selain itu, teknologi cloud computing muncul didukung dengan adanya teknologi web 2.0, web service, serta system komputerisasi otomatis terkait dengan manajemen sumber daya yang dimilikinya.

 

Cloud computing memiliki sejumlah nilai lebih dibandingkan dengan teknologi-teknologi pendahulunya, antara lain :
1. Kemudahan menggunakan aplikasi secara bersama dan online tanpa perlu proses instalasi
2. Dapat diterapkan di jaringan lokal dan publik
3. Penghematan Biaya terkait poin 1 dan 2
4. Layanan penyimpanan data dan informasi secara online
5. Layanan komputasi dengan system tersebar
6. Kemudahan untuk digunakan oleh sebanyak mungkin system operasi
7. Kemudahan dalam pengembangan aplikasi secara bersama dan online
8. Kemudahan dalam berbagi dan menggunakan layanan infrastruktur (hardware dan software)

Terdapat 5 karakteristik khusus pada layanan cloud computing, yaitu :
1. On Demand Self Service
Pengguna layanan cloud dapat secara mandiri menyediakan semua keperluan dan kapabilitas terkait dengan komputasi pada cloud computing.

2. Broad Network Access
Layanan Cloud memerlukan akses jaringan komputer yang memadai, baik pada internet, intranet, maupun keduanya.

3. Resource Pooling
Sumber Daya (Resource) komputasi dapat diberdayakan secara bersama-sama dengan lokasi fisik yang berbeda-beda

4. Rapid Elasticity
Layanan Cloud bersifat elastis sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna yang bersifat on demand (sesuai kebutuhan)
5. Measured Service
Layanan pada cloud dapat diukur dan dapat dikontrol secara cepat dan otomatis.

Cloud computing memiliki 3 komponen utama, yaitu :
1. Node Controller (NC)
Komponen cloud computing yang berfungsi untuk melakukan control atau mengatur node (komputer) pada system cloud computing.

2. Cluster Controller (CC)
Komponen cloud computing yang berfungsi melakukan system paralel beberapa node untuk pengerjaan bersama-sama atau beberapa buah tugas yang diberikan.

3. Cloud Controller (CLC)
Komponen yang berhubungan langsung dengan pengguna pada cloud computing.

 

Cloud computing memiliki 3 model layanan, yaitu :
1. IAAS (Infrastructur As A Service)
Merupakan jenis layanan cloud computing yang lebih menekankan kepada layanan penyediaan sarana jaringan komputer, perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan, processor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi

Fitur yang disediakan antara lain :
1) Pilihan Virtual Machine, dimana hal ini merupakan kunci utama cloud computing
2) Penyediaan OS yang sudah terinstalasi agar memudahkan pengguna
3) Penyediaan storage
4) Fitur untuk proses optimisasi
5) Menyediakan beragam aplikasi dan tool untuk beragam tujuan.
Contoh-contoh layanan cloud IAAS di dunia :
1) Amazone Web Service
2) Go Grid Cloud Hosting
3) Apache Open Stack
4) Abiquo
5) Microsoft Windows Azure

2. PAAS (Platform As A Service)
Merupakan jenis layanan pada cloud computing yang menekankan kepada penyediaan platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak secara cepat dan mudah. Layanan PAAS umumnya berbentuk web untuk memudahkan pengguna awam dalam mengembangkan aplikasi tanpa perlu merubah atau mengatur sekian banyak kode program.

Cloud PAAS dapat dikategorikan menjadi 4 bagian berdasarkan produk atau layanan platform yang diberikan, yaitu :
1) Social Application Platform (Jejaring Sosial)
2) Raw Compute Platform (Aplikasi komputasi raw)
3) Web Application Platform (Aplikasi berbasis web)
4) Business Application Platform (Aplikasi Bisnis)

Contoh-contoh layanan cloud PAAS di dunia :

1) Cloudify
2) Flynn
3) Open Stack
4) PAAS Marker

3. SAAS (Software As A Service)
Layanan Cloud computing dalam bentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi). SAAS merupakan layanan cloud computing yang paling banyak digunakan, khususnya pengguna yang tidak terlalu mempunyai pengetahuan teknis di instalasi dan konfigurasi. SAAS biasanya berbentuk tatap muka web dengan disertai beragam aplikasi bisnis di dalamnya.

Contoh-contoh layanan cloud SAAS di dunia :

1) Layanan e-mail yahoo
2) Layanan Collaboration Application dari ZOHO
3) Layanan Customer Relationship Manager (CRM) dari salesforce
Terdapat 4 model deployment cloud computing, yaitu :

1. Private Cloud
Model deployment cloud computing yang ditujukan untuk pengguna yang terbatas pada kalangan tertentu saja seperti sekolah, perpustakaan, kantor, dll.
Tujuan utama private cloud yaitu :
1) Hemat Biaya
2) Privasi
3) Latar Belakang Pengguna
Private Cloud memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :
Kelebihan :
1) Hemat Biaya
2) Bersifat privasi dan relative aman
3) Tidak bergantung pada layanan cloud di luar
4) Bersifat lebih sederhana
Kekurangan :
1) Memerlukan tenaga, waktu, dan biaya tersendiri dalam mengelola dan merawat private cloud
2) Tidak cocok untuk organisasi yang tidak memiliki pengetahuan tentang teori cloud computing
3) Tidak cocok diterapkan oleh organisasi yang proses bisnisnya berkaitan dengan meletakkan data di internet

2. Public Cloud
Model deployment cloud computing dimana layanan diletakkan di lokasi public (Memiliki IP public) sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh seluruh pengguna.

Public cloud memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, anara lain :
Kelebihan :
1) Sangat mudah diakses dan digunakan
2) Tidak perlu repot memikirkan penyediaan infrastruktur
3) Data dapat dengan mudah disimpan dan dibagikan di storage cloud internet
4) Tidak perlu bergantung kepada tenaga IT dalam mengakses
Kekurangan :
1) Biaya/investasi besar untuk penyediaan akses internet, terutama perusahaan besar
2) Perlu waspada dalam memfilter data di internet
3) Tidak dapat digunakan tanpa ada akses internet
4) Sangat bergantung pada penyedia layanan cloud
Contoh layanan public cloud :
1) Layanan e-mail google (Gmail)
2) Jejaring sosial facebook dan twitter
3) Windows Azure
4) Amazone EC2
5) SalesForce

3. Community Cloud
Model deployment cloud computing yang dibangun oleh satu atau beberapa komunitas. Implementasi community cloud digunakan untuk kepentingan organisasi tersebut. Karena dibangun bersama-sama, maka dibutuhkan suatu tata aturan dalam mengatur tata kelolanya yang disebut SLA (Service Level Agreement).

Tujuan community cloud antara lain :
1) Memudahkan organisasi dalam berbagi data antar anggota
2) Menyatukan komunitas yang memiliki visi dan misi yang sama
3) Upaya komunitas untuk bersama-sama menyediakan layanan cloud computing untuk umum maupun pribadi (komunitas)
Community cloud memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :
Kelebihan :
1) Layanan dapat dinikmati sesuai kebutuhan komunitas karena dibangun bersama-sama
2) Dapat dipublikasikan untuk umum
3) Dapat dibuat dengan cepat karena dibuat bersama-sama
Kekurangan :
1) Sangat bergantung pada kelangsungan organisasi (seperti matinya suatu organisasi)
2) SLA berpengaruh terhadap kelangsungan layanan yang disediakan community cloud
3) Menimbulkan kerugian apabila digunakan dalam bisnis dan organisasi mengalami kendala internal (perpecahan, penyalahgunaan SLA, kendala biaya, dll)
Contoh-contoh layanan community cloud :
1) Open Cirrus
2) ATI Cloud
3) SITA Community cloud
4) G-Cloud di UK

4. Hybrid Cloud
Merupakan gabungan antara private cloud dan public cloud. Terdapat SLA yang merujuk pada data apa saja yang dapat diletakkan baik di storage public cloud (internet) maupun private cloud (intranet). Hal ini bertujuan untuk memudahkan manajemen keamanan dan tata letak data.

 

Internet of Things (IOT)

IOT dapat didefinisikan sebagai teknologi yang memungkinkan adanya pengendalian, komunikasi, dan kerja  sama antar perangkat keras melalui akses internet. Salah satu teknologi yang digunakan dalam IOT umumnya adalah sensor. Dengan IOT, pengguna dapat berinteraksi dengan perangkat keras lainnya yang terhubung dengan internet, seperti sensor kebakaran, mengendalikan pesawat terbang, mengendalikan rumah anda secara online (seperti pintu masuk atau lampu), dll.
Pada IOT terdapat 4 buah integrasi, antara lain :
1)      Integrasi benda fisik
Terjadi antara dunia digital dan dunia nyata
2)      Inegrasi Data
Terjadi antara dunia digital dan dunia jaringan komputer
3)      Integrasi Semantik
Terjadi antara dunia jaringan komputer dan dunia nyata
4)      Integrasi Pengetahuan
Terjadi antar pengguna
IOT berpengaruh besar terhadap Cloud computing dalam penerapannya di teknologi smart city. Contohnya adalah dalam penerapan kedokteran. Pasien bisa mengirimkan keluhan dan gejala yang dialami dan dapat diterima oleh dokter langsung melalui aplikasi mobile berbasis IOT. Dokter lalu dapat menentukan penyakit yang dialami oleh pasien dan langsung dapat membuat resep obat yang nantinya akan dikirim ke bagian apotik melalui aplikasi mobile yang berbasis IOT. Hal ini dapat mempercepat penanganan kesehatan untuk pasien dan dapat mengurangi kesalahan pemberian obat karena berbagai hal seperti kesalahan dalam penulisan atau pembacaan resep. Berdasarkan teori ini, teknologi IOT dapat diterapkan untuk menjadi pelengkap teknologi cloud computing dan smart city.
Print Friendly, PDF & Email

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar